Kamis, 07 Mei 2015

Seni Budaya Kuansing: Seni Teater Tradisional Randai Kuantan Singingi Riau


Gesekan Piual—Biola, hentakan pukulan Gondang dan tiupan lapri (Serunai), diiringi langkah tari merupsakan ciri khas tersendiri dari Randai Kuantan. Salah satu bentuk kesenian rakyat tradisional Kabupaten Kuantan Singingi. Randai Kuantan merupakan kesenian rakyat yang komunikatif, lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Kuantan. Randai Kuantan membawakan suatu cedrita yang sudah disusun sedemikian rupa dengan dialog dan pantun logat Melayu Kuantan, disertai lagu-lagu Melayu Kuantan sebagai paningkah babak-babak cerita.

Memang suatu pertunjukan kesenian rakyat yang membuat kita pun ingin ikut bergoyang melihatnya, bahkan mengelitik hati. Tak urung gelak tawa pun akan keluar dengan seketika. Cerita yang dibawakan biasanya sudah melekat di hati orang Rantau Kuantan, sehingga randai sudah begitu akrab di tengah-tengah masyarakat.
Tak di ketahui secara pasti, kapan randai mulai ada di daerah ini. Tetapi apabila menilik dari sejarah, maka randai ini telah ada semenjak zaman penjajahan Belanda dulu. Randai di pergerlarkan dalam acara pesta perkawinan, sunatan, doa padang, kenduri kampung dan acara lainnya yang di anggap perlu untuk menampilkan Randai.

Seni Budaya Kuansing Randai Kuansing biasanya dilaksanakan pada malam hari, memakan waktu 2 hingga 4 jam. Disinilah orang sekampung mendapat hiburan dan bisa bertemu dengan kawan-kawan dari lain desa. Berhasilnya sebuah pertunjukan tidak terlepas dari peran serta pemain, pemusik dan penontonnya. Untuk sebuayh ceriata yang akan dibawakan biasanya memakan waktu latihan sekitar satu bulan atau lebih. Memang waktu latihannya tidak setiap hari, rutinnya hanya pada malam Ahad.

Tetapi apabila akan mengadakan pertunjukan maka waktu latihannya akan ditambah sesuai dengan kesepakatan bersama. Dengan jumlah anggota 15 sampai 30 orang untuk satu tim randai, terdiri dari penari, pemusik, dan tokoh dalam cerita. Jumlah tokoh tergantung cerita yang dibawakan. Biasanya jumlah pemusik tetap. Satu Piual, 2-3 gendang, satu peniup lapri.

Keunikan randai memang mempunyai daya tarik tersendiri dibandingkan denga kesenian rakyat lainnya yang hidup di Rantau Kuantan. Antara lain adalah, adanya tokoh wanita di perankan oleh laki-laki yang berpakaian wanita, dan sindiran-sindiran terhadap pejabat dalam bentuk pantun.

Tokoh wanita yang diperankan laki-laki ini dimaksudkan untuk menjaga adat dan norma-norma Agama. Karena latihan pada malam hari dan pertunjukan juga pada malam hari, sehingga kalau ada anak dara yang tampil ini merupakan suatu yang tabu bagi masyarakat. Selain itu juga untuk menjaga supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Sewaktu pementasan para Anak Randai membentuk lingkaran dan menari sambil mengelilingi lingkaran, sehingga pemain tidask berkesan berserakan dan terlihat rapi. Menyaksikan Randai Kuantan kita akan terbuai dan merasakan suasana kehidupan desa. Bermain, kebun karet, bergurau, bersorak sorai serta berbincang, tentu dengan lidah pelat Melayu Kuantan. Sehingga perantau yang pulang kampung ke Rantau Kuantan tak pernah melawatkan pertunjukan ini.

Untuk menyaksikan pertunjukan Randai Kuantan bukanlah hal yang sulit, karena Randai Kuantan sampai saat ini tetap banyak didapatkan di Rantau Kuantan, bahkan pada saat ini hampir setiap desa mempunyai kelompok randai.
Sebuah kelompok Randai juga mempunyai sutradara yang mengatur jalan cerita sebuah pertunjukan randai. Sutradara atau peramu cerita harus mempunyai wawasan yang luas terutama dalam hal pengembangan dialog dan pantun. Tidak hanya itu, dia sedikit banyak juga harus mengerti tentang peralatan alat musik yang digunakan. Disinilah sutradara dituntut untuk menampilkan yang terbaik. Sehingga penonton tidak merasa bosan dengan alur ceritanya.

Peran pemerintah untuk melastarikan kesenian tradisonal Kuantan ini memang ada. Terbukti dengan diperlombakannya kesenian ini pada setiap Festival Pacu Jalur di Teluk Kuantan. Disinilah mereka bisa menguji kemampuan kelompoknya untuk menjadi yang terbaik. selain itu pada Festival Budaya melayu (FBM) 1997 di Pekanbaru, randai juga diikutsertakan mewakili kontingen Inderagiri Hulu—sebelum mekar menjadi Kuantan Singngi.

Masyarakat Rantau kuantan sering kali mengadakan hajatan dengan mengundang sebuah kelompok Randai. dengan demikian mereka tidak merasa jenuh dengan latihan saja, mereka juga akan mandapat masukan berupa uang lelah sebagai ucapan terima kasih. peran masyarakat setempatlah yang sebenarnya paling dominan. sehingga Randai Kuantan tetap melekat dihati masyarakat.

Tinggi la Bukik si Batu Rijal
Tompek Batanam Si Sudu-sudu
Abang Kan Poi Adiak Kan Tinggal
Bajawek Solam Kito dahulu

Itulah sala satu pantun dalam Randai Kuantan yang bercerita tentang Ali Baba dan Fatimah Kayo. Cerita ini mengisahkan perjalanan hidup sepasang suami istri yang hidup di Kampung Kopah Teluk Kuantan.
Saat ini Randai Kuantan masih tetap eksis, malah telah samapai ke manca negara, dan punggawai oleh Fakhri Semekot dan kawan-kawan.Semoga Bermanfaat!!!

Tarian Tradisi Kuantan Singingi

Selain itu, taluk kuantan juga memiliki berbagai macam seni tari, seperti tari batobo dan tari sombah carano. 
TARI BATOBO
 
Batobo Salah satu kesenian anak negri melayu.ini merupakan perkumpulan muda-mudi untuk turun ke sawah atau ladang.BATOBO Salah satu tradisi budaya masalampau yang ada didaerah kampar dan kuantan Singingi biasanya kegiatan dilakukan pada musim turun kesawah atau ladang yang diiringi dengan bunyi-bunyian oleh kesenian tradisi, dan pada masa panen hasil sawah dan ladang dinamakan acara penutupan tobo diadakan tradisi makan besama doa. Diramaikan degan malam kesenian, seperti randai atau saluang. Dalam hal ini bisa kita pahami walaupun kegiatan batobo yg ada didaerah riau namun erat juga kaitanya dengan adat orang minang. hal ini kita lihat dalam acara hiburan memakai tradisi randai oran minang. 

Seni Tari Pasambahan: Somba Cerano Budaya Kuansing Riau

Seni Tari Pasambahan Somba Carano Budaya Kuansing Riau 2 Seni Tari Pasambahan Somba Carano Budaya Kuansing Riau 
Seni Tari Pasambahan Somba Carano Budaya Kuansing Riau 4 Seni Tari Pasambahan Somba Carano Budaya Kuansing Riau 3 
Seni Tari Somba Cerano Budaya Kuansing 
Tari Pasambahan yang bernama Tari Somba Cerano berasal dari BudayaKuansing yang dikograferi (diciptakan) oleh Tom Ibnur salah koreogfer handal dan profesional yang berasal dari Kota Bengkulu. Pengalaman menari dan mencipta dibuktikan dengan pengalamannya dengan terus mengikuti festival Tari tingkat nasional dan Internasional. Tom Ibnurpernah mengikuti perkuliahan jurusan Seni Tari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) , sekarang sudah berubah status menjadi Institut Seni Indonesia (ISIPadangpanjang yang saat ini berdomisili di Kota Bengkulu.
Seni Tari Somba Cerano ini merupakan tarian penyambutan dan upacara selamat bagi para tamu yang dihormati dan diagungkan. Para penari pria menarikan tari pedang yang merupakan simbol sebagai pagar negeri, pelindung bagi masyarakat maupun tetamu. Sedangkan penari wanita menari dan membawa cerano berisikan sekapur sirih yang akan dipersembahkan untuk para tetamu. Persembahan ini merupakan simbol keterbukaan, persaudaraan, serta penerimaan dengan hati yang suci dan tulus.

“Labu Rompong” riwayatmu doeloe

Labu Kayu sebagai bahan pembuat labu rompong 
Sejarah, babad, hikayat, riwayat, atau tambo dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Adapun ilmu sejarah Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia.
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة:šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan.
Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah; tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian di masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian di masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan seksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat bencana alam dapat terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap kejadian bencana alam memang, dengan sendirinya, unik.
Topik yang diangkat dalam tulisan ini adalah “Labu Rompong” riwayatmu doeloe, ini sangat menarik untuk dibahas karena labu rompong di zaman sekarang ini sudah lenyap dimakan zaman oleh tradisi yang sudah dianggap “maju” oleh peradaban manusia.
Banyak anak-anak muda sekarang ini khususnya di Kuantan Singingi yang tidak tahu bahkan tidak mengenal sama sekali apa itu Labu Rompong, padahal dulu hampir disetiap rumah ditemukan labu rompong, apa itu labu rompong? sejenis makankah, tentu saja tidak. jika diartikan secara harfiah kata labu rompong, labu adalah buah labu yang berbentuk bulat (dalam hal ini adalah jenis labu kayu yang mempunyai kulit yang cukup keras) dan kata rompong mempunyai arti sumbing atau berlubang. Labu hutan atau “labu kayu” merupakan sejenis tumbuhan yang tidak dibudidayakan tapi tumbuh dengan sendirinya (alami) di hutan dan tidak dapat dikonsumsi.
Dahulunya di desa-desa sarana transportasi yang diandalkan adalah Sungai Kuantan, jalan-jalan yang ada di desa belumlah terjamah oleh semenisasi seperti yang kita lihat sekarang ini. penduduk desa yang umumnya mempunyai mata pencaharian bertani dan berkebun karet (panakiak). setiap hari mempunyai aktifitas diluar rumah, bahkan dalam menjalankan aktifitas tersebut jarang yang memakai sendal atau alas kaki, terlebih lagi jika musim hujan telah tiba, maka untuk membersihkan kaki jika akan masuk kerumah dibuatlah rak dari bambu semacam balai-balai, diatasnya disusunlah labu rompong tadi yang sebelumnya telah diisi air yang diambil dari Sungai Kuantan. pembuatan labu rompong sangatlah mudah, labu kayu yang cukup tua dipetik dan dilubangi pada bagian atasnya, isinya dikeluarkan dan dibersihkan, setelah kosong labu tersebut diisi air, maka jadilah labu rompong. jika sudah lama labu tersebut berwarna coklat tua (seperti batok kelapa) dan cukup keras.
Jika sekarang ini kita lihat dikampung-kampung maka tidak akan ditemukan lagi balai-balai bambu yang diatasnya ada labu rompong, karena selain jalan yang sudah bagus, gaya hidup dan aktifitas masyarakatpun sudah mulai berubah.

Sukses Kalahkan Siposan Rimbo Difinal, Meriam Onggang Parau Juara Pacu Jalur Rayon I Inhu di Peranap

Minggu,26 April 2015 | 05:13:00

Sukses Kalahkan Siposan Rimbo Difinal, Meriam Onggang Parau Juara Pacu Jalur Rayon I Inhu di Peranap
Ket Foto :
TELUKKUANTAN- Pacu Jalur rayon I Kabupaten Indragiri Hulu yang diselenggarakan di arena pacuan Tepian Komang, Desa Pematang Selunak, Kecamatan Batang Peranap yang diikuti oleh 32 jalur yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi, telah berakhir, Sabtu (25/4/2015) sore kemaren.

Di even yang cukup bergengsi tersebut, Jalur asal Kabupaten Kuantan Singingi, Meriam Onggang Parau dari Desa Kepala Pulau Baserah berhasil menjadi sang juara setelah dipartai final sukses mengalahkan jalur Siposan Rimbo RAPP dari Desa Pauh Angit Pangean yang notabenenya sama-sama berasal dari Kabupaten Kuansing.

Dari pantauan saat putaran final berlangsung, kekuatan fisik yang ditempa hampir selama satu bulan lebih, jalur Meriam Onggang Parau terlihat cukup kesulitan mengalahkan jalur sang juara nasional 2014 itu yang hanya 7 hari melakukan persiapan maksimal.

Namun jalur Meriam sedikit diuntungkan karena berpacu di lintasan sebelah kiri. Sehingga sang juara bertahan itu bisa mengambil jalan pintas untuk mencapai finish.

Sedangkan jalur Siposan Rimbo yang berada di lintasan kanan harus mengelilingi arena pacu yang memang berbentuk belokan. Dari jalannya perpacuan, sejak meninggalkan pancang awal, jalur Meriam memimpin atas haluan jalur Siposan. Berbekal dengan latihan maksimal selama 7 hari, kendati berada di jalan yang berat, jalur Siposan Rimbo bisa ambil alih kemenangan atas haluan jalur Meriam Onggang Parau memasuki pancang keempat hingga beberapa meter jelang finish. Namun akhirnya, haluan jalur Meriam Onggang Parau berhasil mencapai garis finis lebih awal.

Dengan hasil ini, jalur Meriam Onggang Parau berhak atas hadiah juara pertama berupa uang sekitar Rp15 juta. Sedangkan Siposan Rimbo berhak atas uang sekitar Rp11 juta. Sedangkan juara 3 dan 4 diraih oleh jalur Putri Bungsu Dubalang Hitam dari Redang Rengat Barat dan Tuah Kalojengking Mudo Indragiri dari Danau Baru Rengat.

"Kami bersyukur diberi rezki oleh Allah juara dua. Ini tanda Allah sayang sama kita. Alhamdulillah, dengan persiapan latihan maksimal yang hanya seminggu, bahkan ada yang tidak latihan, kita bisa raih juara dua. Kedepan tentu kita akan berusaha lebih giat lagi," kata Ajak, pelatih jalur Siposan Rimbo, usai laga final.

Ajak mengucapkan selamat kepada jalur Meriam Onggang Parau yang berhasil keluar sebagai juara pertama pada even tersebut.  "Sebagai juara bertahan, pastinya mereka lebih siap dan sudah melakukan persiapan hampir dua bulan untuk menghadapi pacu Peranap ini. Selamat," ucap Ajak.(Utr)